Bu Camat Kecamatan Pamekasan : Ibu Lia Novatriana

            Ibu Lia Novatriana adalah istri dari Bapak Rahmad Kurniadi Suroso. Ibu Lia Novatriana juga biasa dipanggil Bu Camat oleh masyarakatnya. Beliau juga merupakan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK di Kecamatan Pamekasan yang memiliki peran penting dalam menggerakkan Ibu-ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah warga terkhususnya untuk melestarikan tanaman obat keluarga.

Kecamatan Pamekasan memiliki 9 desa dan 9 kelurahan yang aktif mengembangkan taman tanaman obat keluarga (TOGA). Melalui program PKK, khususnya di Pokja 3, masyarakat dianjurkan untuk menanam minimal lima jenis tanaman obat di pekarangan rumah. Hal ini diharapkan membantu keluarga untuk mengobati penyakit ringan secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada layanan kesehatan formal.

Pemerintah juga memperhatikan bahwa tingkat stunting di kabupaten Pamekasan meningkat, sehingga penanaman tanaman seperti daun kelor dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki nutrisi pada anak-anak dengan gizi buruk. Hal ini mendukung pelaksanaan menu tambahan di posyandu dan upaya penanganan stunting.

Tanaman obat yang ditanam di wilayah Pamekasan sangat beragam. Jenis yang populer meliputi tanaman untuk hipertensi, diabetes, demam, diare, hingga pilek. Salah satu contoh keberhasilan adalah desa Kangenan, yang memiliki tanaman obat yang sudah dipelihara selama puluhan tahun. Meski tidak terikat pada tradisi tertentu, masyarakat secara sukarela memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam tanaman obat, yang hasilnya dapat diolah menjadi produk seperti minuman herbal dan makanan bergizi.

Pemerintah kecamatan dan kabupaten memberikan berbagai program untuk memfasilitasi pemanfaatan TOGA:

  1. Fasilitasi Usaha dan Pemasaran: Produk olahan dari tanaman obat, seperti minuman ginseng dan poka’, didorong untuk memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), sertifikasi halal, dan P-IRT. Produk ini juga dipasarkan secara online dan melalui bazar-bazar.
  2. Lomba dan Penghargaan: Kecamatan Pamekasan telah menyelenggarakan lomba taman TOGA dan minuman herbal, serta memberikan penghargaan untuk mendorong inovasi. Kompetisi ini tidak hanya menilai keindahan, tapi juga kemanfaatan dan keberlanjutan.
  3. Pengembangan Kampung Ekowisata: Beberapa desa sudah mengembangkan kampung ekowisata TOGA, bekerja sama dengan institusi pendidikan seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Salah satu tantangan utama adalah menjaga keberlanjutan program. Pemerintah berusaha memastikan bahwa tanaman TOGA tidak hanya dijaga ketika ada lomba, tetapi menjadi bagian dari rutinitas masyarakat. Harapan ke depan adalah setiap desa dan kelurahan dapat menjadi percontohan dengan program yang terus berlanjut, termasuk pengelolaan sampah menjadi bahan yang bermanfaat, seperti pot dan tempat duduk.

Pemerintah kecamatan juga bercita-cita membentuk konsep kampung TOGA yang menarik untuk wisata lokal dan luar daerah. Ini dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Dengan program ini, Kecamatan Pamekasan menunjukkan bahwa tanaman obat keluarga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjaga lingkungan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan

Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan

Ibu Enny Nurhayati : PJ Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas Teja Kecamatan Pamekasan