Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dalam mengembangkan Taman TOGA

 

Ibu Novitri Susan Farida adalah Kepala Sub. Bidang Koordinasi Pelayanan Kesehatan Tradisional di Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan. Tugas Ibu Novi yaitu memberikan sosialisasi, pelatihan, dan juga pembinaan di tiap desa dan kelurahan di Kabupaten Pamekasan. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu warisan budaya yang berharga di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pamekasan. Pemerintah setempat, melalui Dinas Kesehatan dan berbagai instansi terkait, telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan TOGA, tidak hanya sebagai bentuk pemanfaatan tanaman obat tetapi juga sebagai potensi ekonomi dan edukasi.




    Di Kabupaten Pamekasan, terdapat 13 kecamatan dan 21 puskesmas, masing-masing memiliki kelompok Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman TOGA). Kelompok-kelompok ini dibentuk secara formal dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa. Setiap kelompok terdiri dari 5 hingga 10 kader atau warga setempat yang dilatih tentang tanaman obat dan teknik pengobatan tradisional seperti akupresur. Beberapa daerah bahkan memiliki lebih dari satu kelompok, seperti di Desa Galis yang memiliki 10 kelompok aktif. Kelompok Asman ini juga mencatat dengan teliti jenis tanaman yang mereka tanam dan manfaatnya. Jenis tanaman yang paling umum ditanam antara lain kunyit, jahe, kencur, dan pegagan. Bahkan, beberapa kelompok berhasil memiliki hingga lebih dari 100 jenis tanaman obat. Aktivitas ini tidak hanya memperkenalkan manfaat tanaman obat tetapi juga menjadi sarana untuk mencatat penggunaan dan pendapatannya.

Pemerintah mendukung pelestarian TOGA dengan membentuk keluarga binaan di sekitar kelompok Asman. Keluarga binaan ini dilatih untuk menanam dan menggunakan tanaman obat sebagai solusi kesehatan dasar, terutama untuk penyakit umum seperti batuk dan pilek. Tradisi ini memperkuat kesadaran masyarakat akan manfaat TOGA. Selain itu, TOGA juga dikembangkan menjadi sarana edukasi, khususnya untuk anak-anak. Dalam program wisata edukasi, anak-anak diajak mengenal tanaman obat, manfaatnya, dan cara pengolahannya. Hal ini sekaligus memberikan wawasan baru tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pendekatan alami.

Untuk meningkatkan antusiasme masyarakat, pemerintah secara rutin mengadakan lomba Asman TOGA tingkat desa hingga kabupaten. Salah satu acara utama adalah Festival Hari Jamu yang diselenggarakan setiap tanggal 28 Mei. Acara ini memamerkan produk olahan jamu, seperti minuman kesehatan, yang dibuat dari hasil tanaman TOGA. Selain itu, ada sosialisasi mengenai khasiat tanaman obat tertentu, seperti yang digunakan untuk menurunkan hipertensi. Pengembangan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus utama. Hasil tanaman TOGA tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi tetapi juga dijual dalam berbagai bentuk, mulai dari bahan mentah hingga produk jadi. Distribusinya dilakukan melalui pertemuan PKK, pengajian, dan dasawisma, serta kegiatan di puskesmas seperti senam bersama.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan merancang kampung ekowisata sebagai pengembangan dari TOGA. Dengan menata pekarangan menjadi taman obat keluarga, kawasan ini tidak hanya menjadi lebih indah tetapi juga berfungsi sebagai tempat wisata edukasi. Kampung ini dirancang dengan tema khusus, seperti taman TOGA hipertensi, yang ditanami tanaman seperti pegagan dan seledri. Untuk mendukung pengembangan ini, pemerintah memberikan pelatihan terkait pengolahan dan distribusi produk, serta membantu menciptakan jaringan pasar. Melalui koordinasi lintas sektor, seperti dengan PKK, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, dan Bappeda, berbagai upaya dilakukan agar masyarakat penanam TOGA memiliki akses yang lebih luas terhadap fasilitas pemasaran.

Melalui berbagai program inovatif, pemerintah Kabupaten Pamekasan telah berhasil mengintegrasikan pengelolaan TOGA ke dalam kehidupan masyarakat. TOGA tidak hanya dimanfaatkan sebagai upaya kesehatan preventif tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung edukasi, pelestarian budaya, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan dukungan berkelanjutan, TOGA diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Pamekasan sekaligus menjadi model pengelolaan kesehatan tradisional yang patut ditiru.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan

Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan

Ibu Enny Nurhayati : PJ Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas Teja Kecamatan Pamekasan