Ibu Susilowati selaku Staf Kecamatan Pamekasan sekaligus Sekretaris TP PKK Kecamatan Pamekasan

Ibu Susilowati merupakan Staf Honorer di bagian Perencanaan dan Anggaran serta Bagian Kesejahteraan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan di Kecamatan Pamekasan. Ibu Susilowati atau yang biasa di kenal oleh masyarakat dengan panggilan Ibu Susi juga merupakan sekretaris dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Pamekasan.

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) telah menjadi salah satu program prioritas di Kabupaten Pamekasan, khususnya di Kecamatan Kota Pamekasan. Program ini didorong oleh PKK Provinsi melalui kegiatan Pokja 3 yang mencakup berbagai aspek rumah tangga seperti pangan, sandang, perumahan, dan tata laksana. Fokus pada TOGA dimulai secara aktif sejak 2022 setelah pandemi Covid-19, dengan setiap desa dan kelurahan diwajibkan menanam tanaman obat di balai desa, rumah RT/RW, atau di halaman warga. Saat ini, terdapat 18 desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Kota Pamekasan yang aktif dalam menanam tanaman obat.

Tanaman obat yang ditanam beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Contohnya, di Kelurahan Gladak Anyar, tanaman belimbing wuluh digunakan untuk minuman linbat. Sementara di kelurahan lain, terdapat tanaman untuk pengobatan hipertensi dan diabetes. Setiap desa memiliki ciri khas tanaman yang dikelompokkan berdasarkan penyakit tertentu, menciptakan identitas unik yang juga mendukung inovasi produk herbal.

Meskipun tidak ada tradisi khusus yang mengikat masyarakat untuk menanam TOGA, peran aktif pemerintah dan PKK menjadi penggerak utama. Setiap tahun, desa dan kelurahan di Kecamatan Kota Pamekasan mengikuti lomba TOGA tingkat kabupaten. Contohnya, pada 2023, Kelurahan Gladak Anyar dan Patemon berhasil meraih juara pertama dan kedua. Lomba ini mendorong keterlibatan warga dalam menanam dan merawat tanaman obat di pekarangan mereka. Pemerintah juga memberikan dorongan melalui pelatihan dan sosialisasi setiap enam bulan, diikuti oleh monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas program.

Untuk mendorong manfaat ekonomi dari TOGA, pemerintah kecamatan memfasilitasi izin usaha, seperti PIRT dan sertifikasi halal, melalui kerja sama dengan dinas terkait seperti DPM PTSP, Dinas Perindustrian, Perdagangan, UMKM, dan Koperasi. Selain itu, pemerintah membantu memasarkan produk herbal melalui berbagai kegiatan, seperti pertemuan resmi di desa, kecamatan, atau kunjungan provinsi, di mana produk khas dari desa atau kelurahan disajikan. Hal ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan penghasilan.

Lomba rutin yang melibatkan tanaman TOGA menjadi salah satu strategi penting dalam mempromosikan program ini. Selain lomba pembuatan minuman herbal, juga diadakan lomba merangkai taman TOGA. Lomba ini dinilai setiap bulan, menciptakan semangat kompetisi sehat dan mendorong inovasi. Lokasi lomba sering kali dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang rekreasi, misalnya sebagai tempat selfie dan bersantai.

Meskipun pengembangan kampung ekowisata berbasis TOGA di Kecamatan Kota Pamekasan masih menghadapi kendala dana, inisiatif menuju arah tersebut mulai terlihat. Beberapa desa, seperti Desa Jelmak, telah menarik perhatian kecamatan lain karena keunikan taman TOGA yang dimiliki. Desa tersebut sering dijadikan lokasi kunjungan dan menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan TOGA.

Program TOGA di Kecamatan Kota Pamekasan menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi lokal. Dengan dukungan dari pemerintah dan kolaborasi antarinstansi, program ini terus berkembang. Melalui pendekatan inovatif, seperti lomba dan pelatihan, serta perhatian pada pemasaran produk, TOGA tidak hanya menjadi tanaman keluarga tetapi juga simbol pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan

Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan

Ibu Enny Nurhayati : PJ Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas Teja Kecamatan Pamekasan