Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan

     Tanaman obat keluarga atau TOGA telah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat di wilayah Kecamatan Kota Pamekasan. Dalam wawancara dengan Bapak Andi Wisnu Wardana selaku pemimpin Kelurahan Gladak Anyar, dan Fathurrasid selaku sekretaris Kelurahan Gladak Anyar, terungkap berbagai fakta menarik mengenai pelaksanaan program TOGA, pengelolaannya, hingga tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat setempat.

 

Di Kelurahan Gladak Anyar, terdapat tiga lahan yang telah ditanami berbagai jenis tanaman obat. Salah satu kebanggaan wilayah ini adalah Taman Gandaria, yang telah meraih juara 1 tingkat kabupaten. Taman ini menjadi pusat koleksi beragam tanaman obat, termasuk bunga telang dan marimar, yang merupakan produk unggulan. Banyak masyarakat di RW07 juga menanam TOGA di rumah mereka untuk kebutuhan kesehatan, seperti mengobati sesak napas, hipertensi, dan maag.

Tradisi menanam TOGA didukung oleh pembentukan struktur organisasi yang jelas dan pembinaan kader lingkungan. Program kerja bakti rutin dilakukan setiap minggu di sembilan RW, dengan tambahan pelatihan pembuatan kompos dan fibag oleh karang taruna. Kompetisi TOGA tingkat kabupaten yang rutin diadakan setiap tahun memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan dan menjaga kebun TOGA mereka.

Namun, pemerintah kecamatan dan kelurahan masih menghadapi tantangan, terutama dalam membantu masyarakat mendapatkan izin legalitas produk, seperti sertifikasi BPOM dan label halal. Selain itu, dukungan dana untuk pemeliharaan lahan menjadi kendala, meskipun ada upaya dari pemerintah untuk menambah dana melalui kerja sama dengan badan usaha, seperti BUMN Pegadaian.

Konsep kampung ekowisata berbasis TOGA mulai diperkenalkan di Kelurahan Gladak Anyar, meskipun implementasinya belum optimal. Pemerintah kelurahan berupaya mengembangkan kawasan Gandaria sebagai model kampung ekowisata dengan melibatkan peran Dinas Kesehatan dan Lingkungan Hidup. Namun, pengelolaan yang kurang konsisten menjadi hambatan utama. Pergantian pimpinan sering kali berdampak pada penurunan semangat pengelolaan TOGA, hingga mencapai penurunan aktivitas sebesar 40%.

Jaringan sosial menjadi salah satu faktor keberhasilan program TOGA di Gladak Anyar. Sosialisasi, pelatihan, dan pertemuan kader lingkungan dilakukan secara rutin melalui kolaborasi dengan puskesmas dan dinas terkait. Meskipun demikian, keterbatasan dana seringkali menjadi kendala dalam keberlangsungan program ini.

Pemerintah juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dengan masyarakat. Masyarakat diajak untuk memahami manfaat produk TOGA, seperti marimar dan bunga telang, sehingga mereka lebih percaya dan termotivasi untuk melestarikan TOGA.

Pemerintah kelurahan menerapkan norma dan nilai untuk menjaga keberlangsungan tradisi menanam TOGA. Norma ini meliputi pemanfaatan TPS3R untuk pengelolaan sampah, kerja sama dengan RT untuk kebersihan lingkungan, serta pelatihan pengolahan produk olahan jamu yang aman dan alami. Upaya ini memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan tanaman obat untuk kebutuhan sehari-hari.

Tantangan utama yang dihadapi adalah minimnya konsistensi pengelolaan lahan TOGA di beberapa wilayah, seperti Gandaria, dan kurangnya inovasi dalam pengolahan produk TOGA. Sekretaris kelurahan, Fathurrasid, menyarankan agar produk seperti jamu dapat dikembangkan menjadi bentuk yang lebih praktis, seperti tablet, untuk meningkatkan nilai ekonomisnya.

Kedepannya, pemerintah berharap TOGA dapat terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi, menciptakan kampung ekowisata yang menjadi contoh pelestarian lingkungan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat. Untuk mencapai hal ini, diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan dinas terkait. Dengan langkah-langkah tersebut, TOGA memiliki potensi besar untuk menjadi ikon kesehatan dan ekonomi di Kecamatan Kota Pamekasan.


 
 












 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan

Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan

Ibu Enny Nurhayati : PJ Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas Teja Kecamatan Pamekasan