Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan

     Ibu Diana Edi adalah ibu Lurah di Kelurahan Patemon Kecamatan Pamekasan, sekaligus sebagai ibu ketua Tim Penggerak PKK di Kelurahan-nya. Ibu Diana Edi juga memiliki pengaruh penting dalam menggerakkan ibu-ibu di Kelurahan Patemon untuk melestarikan Tanaman Obat Keluarga.

Di Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan, terdapat potensi besar dalam pengelolaan tanaman obat keluarga (TOGA) yang didukung secara aktif oleh pemerintah kelurahan, kecamatan, dan kabupaten. Diana Edi, seorang Ketua TP PKK sekaligus Bu Lurah, berbagi pengalaman tentang berbagai program dan inisiatif yang telah dilaksanakan untuk mendorong pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber pengobatan alami dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Tanaman obat di Kelurahan Patemon telah ditanam secara luas di berbagai taman dan halaman warga. Beberapa taman tematik seperti Taman TOGA Sejarah, Taman TOGA TPS3R, hingga area barat sungai menjadi pusat aktivitas ini. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan halaman rumah untuk menanam tanaman seperti kunyit, jahe, dan sereh yang sering digunakan sebagai bahan baku jamu dan obat-obatan tradisional.

Produk unggulan dari Patemon, yaitu minuman Semele (sereh, jahe merah, dan lemon), menunjukkan kualitas lokal yang telah mendapatkan perhatian internasional. Namun, masih ada tantangan untuk memproduksi minuman ini dalam bentuk yang lebih stabil agar lebih tahan lama.

Kegiatan menanam TOGA telah menjadi bagian dari budaya di Kelurahan Patemon. Pemerintah kelurahan, melalui kelompok kerja (Pokja) 3 TP PKK, memberikan dorongan dengan mengedukasi masyarakat tentang manfaat tanaman ini. Selain itu, kegiatan ini memiliki nilai ekonomi karena hasil olahan TOGA seperti jamu dan minuman tradisional dapat dijual, meningkatkan pendapatan keluarga.

Pemerintah mendukung kegiatan TOGA melalui berbagai program, seperti pembagian bibit, pembuatan pupuk organik, dan sosialisasi pengolahan sampah untuk dijadikan bahan pupuk kompos. Upaya ini dilakukan bermitra dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Puskesmas setempat yang aktif memberikan sosialisasi dan pelatihan. Selain itu, bazar dan lomba yang diadakan rutin menjadi ajang masyarakat untuk memasarkan produk olahan mereka.

Namun, terdapat kendala dalam hal anggaran untuk merealisasikan rencana besar seperti pengembangan kampung ekowisata TOGA. Sementara ini, masyarakat secara mandiri mendaur ulang bahan limbah untuk keperluan taman, seperti menggunakan botol plastik sebagai pot tanaman.

Modal sosial menjadi kunci dalam pelestarian TOGA di wilayah ini. Masyarakat bekerja sama menjaga tradisi, berbagi pengetahuan, dan berpartisipasi dalam kegiatan kolektif seperti kerja bakti untuk mengatasi dampak banjir yang rutin terjadi. Meski demikian, kekurangan anggaran dan akses terhadap sertifikasi produk, seperti P-IRT dan sertifikasi halal, menjadi tantangan yang memerlukan perhatian lebih dari pemerintah.

Ke depannya, pemerintah Kelurahan Patemon berharap dapat memperluas taman TOGA dan menjadikannya pusat ekowisata yang tidak hanya memberikan manfaat kesehatan tetapi juga mendukung perekonomian masyarakat melalui inovasi olahan berbasis TOGA. Dengan kerja sama dan dukungan yang terus berlanjut dari berbagai pihak, Kelurahan Patemon dapat menjadi contoh sukses dalam memanfaatkan potensi tanaman obat untuk keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi.

 

 
 
 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan

Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan

Ibu Enny Nurhayati : PJ Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas Teja Kecamatan Pamekasan