Pak Rahmad Kurniadi Suroso atau Pak Camat Kecamatan Pamekasan

Informan kami selanjutnya yaitu Bapak Rahmad Kurniadi Suroso. Bapak Rahmad adalah pemimpin di Kecamatan Pamekasan atau yang biasa disebut Pak Camat oleh masyarakat. Bapak Rahmad juga merupakan orang yang memiliki pengaruh penting dalam melestarikan Tanaman Obat Keluarga di Kecamatan Pamekasan, karena beliau memiliki kuasa untuk menggerakkan Masyarakat di wilayahnya.


Kecamatan Kota Pamekasan memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mendukung kesehatan masyarakat. Program-program yang berkaitan dengan TOGA, seperti yang dijalankan oleh PKK, menunjukkan upaya memberdayakan masyarakat agar memanfaatkan tanaman obat tradisional sebagai alternatif pengobatan. Penjelasan dari Rahmad Kurniadi Suroso, pemimpin Kecamatan Pamekasan, memberikan wawasan mendalam mengenai peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan budaya menanam TOGA.

Tanaman obat seperti kunyit dan daun kasembuan (jamu pagheren) banyak ditanam masyarakat di Kecamatan Pamekasan. Meski begitu, kesadaran untuk mengolah dan menggunakan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari masih minim. Melalui program "Aku Hatinya PKK," pemerintah berupaya menghidupkan kembali tradisi ini dengan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan TOGA, terutama sebagai pengganti obat-obatan kimia. Kegiatan seperti bazar mini di kelurahan, pelatihan akupresur, dan lomba taman TOGA menjadi cara pemerintah mempromosikan penggunaan tanaman obat.

Pemerintah kecamatan dan kabupaten aktif mendorong pengelolaan TOGA dengan menyediakan program seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis tanaman obat. Hal ini dilengkapi dengan fasilitas pembuatan sertifikasi halal dan konsultasi terkait izin produk. Dukungan lebih lanjut termasuk promosi produk lokal melalui bazar, rapat desa, dan media sosial.


Dalam rangka menjadikan TOGA lebih menarik dan bermanfaat, pemerintah mulai mengarah pada pengembangan kampung ekowisata. Ide ini diharapkan dapat mengoptimalkan pekarangan masyarakat sebagai taman TOGA sekaligus lokasi wisata edukatif. Sayangnya, upaya tersebut sering terkendala oleh kurangnya konsistensi kepemimpinan lokal. Namun, pengalaman seperti di Gledek Anyar menunjukkan bahwa program seperti ini dapat berhasil jika didukung oleh kepemimpinan yang kuat dan partisipasi masyarakat yang aktif.

TOGA tidak hanya berfungsi sebagai alternatif obat, tetapi juga memiliki potensi ekonomi. Pemerintah membantu pengembangan produk olahan berbasis TOGA melalui pelatihan pengemasan dan pemasaran. Selain itu, pemerintah memanfaatkan momentum acara tertentu, seperti pertemuan PKK, untuk mempromosikan produk-produk berbasis TOGA. Platform seperti pasar online "Kecakot" juga dirancang untuk memperluas pasar produk ini.

Pamekasan, sebagai Kabupaten Gerbang Salam, menerapkan pendekatan berbasis nilai-nilai agama dalam berbagai programnya, termasuk pelestarian TOGA. Misalnya, program stunting yang mencakup pembinaan pernikahan dilandasi oleh ajaran agama dan bekerja sama dengan KUA serta pemerintah desa. Hal ini diharapkan menciptakan generasi yang sehat dan peduli pada lingkungan, termasuk dalam penggunaan TOGA.

Upaya pemerintah Kecamatan Pamekasan dalam mendukung pemanfaatan TOGA menunjukkan sinergi antara pelestarian tradisi, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan nilai-nilai agama. Dengan strategi yang tepat, seperti mengoptimalkan dukungan bagi masyarakat dan memperkuat kepemimpinan lokal, TOGA dapat menjadi elemen penting dalam kesehatan dan perekonomian masyarakat Pamekasan. Pengembangan kampung ekowisata juga menjadi langkah yang menjanjikan untuk memperkenalkan manfaat TOGA kepada khalayak lebih luas.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan

Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan

Ibu Enny Nurhayati : PJ Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas Teja Kecamatan Pamekasan