Penggiat dan Peramu Toga Ibu Aminah

Ibu Siti Amania biasa di panggil Ibu Budi karena keluarga bernama Budi Cahyono. Beliau Ibu rumah tangga yang mengikuti PKK dan halaman rumahnya dipercayai dan dijadikan indukan asman toga dari Gandaria Kelurahan Gledek Anyar. Sehingga tanaman toga beliau rawat dan dimanfaatkan menjadi minuman segar berupa seperti bunga telang dan minuman belimbing wuluh dan bunganya, minuman markisa, sinom, pokka istilahnya orang Madura itu adalah pokka disini begitu. Jenis-jenis minuman yang bisa dibuat ini tergantung bahan baku, misalnya bunga telang banyak saya kelolah, markisa semisal berbuah banyak saya kelolah ya kalau misalnya kayak umbi-umbian itu seperti Jahe, Kunyit, atau yang lain-lain.

Gambar 1. Minuman Marimar dan Limbat

Kelurahan Gladak Anyar memiliki ciri khas minuman berbasis tanaman obat keluarga (TOGA) seperti minuman berbahan markisa (Marimar) dan bunga belimbing wuluh (limbat). Tanaman markisa tumbuh subur saat musim hujan, tetapi sulit bertahan di musim kemarau meskipun telah disiram secara rutin. Produk-produk ini sering diperkenalkan pada berbagai kegiatan, seperti bazar PKK dan acara kecamatan, melalui inisiatif ibu lurah yang berkoordinasi dengan masyarakat setempat.


 
 

Gambar 2. Taman Toga

Produksi minuman TOGA berbasis bahan lokal, seperti bunga telang, kunyit, jahe, dan belimbing wuluh, bergantung pada ketersediaan bahan baku. Jika bahan tidak tersedia di lingkungan sendiri, masyarakat biasanya saling bekerja sama atau membeli bahan dari tetangga. Produk ini dijual dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per botol, tergantung bahan dan ukuran.

Selain kegiatan produksi, masyarakat juga aktif mengedukasi generasi muda tentang pentingnya TOGA. Contohnya, kunjungan anak-anak TK dari Al-Abror dan Nurul Hikmah ke Gandaria dan Gladak Anyar mencakup kegiatan belajar menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman TOGA. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan tetapi juga melestarikan tradisi pengelolaan tanaman obat. Namun, pengelolaan TOGA di Gladak Anyar menghadapi tantangan, seperti minimnya perawatan tanaman akibat keterbatasan waktu kader yang memiliki tanggung jawab lain. Masalah ini mengakibatkan beberapa tanaman mati atau tidak dipanen tepat waktu. Meski demikian, masyarakat tetap aktif memproduksi jamu secara mandiri tanpa bahan kimia atau bubuk pabrik. Hal ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keaslian jamu tradisional dan meneruskan tradisi ini kepada generasi berikutnya.

Minuman jamu buatan masyarakat, seperti ramuan kunyit, serai, jeruk nipis, dan jahe, juga digunakan untuk menjaga kesehatan, terutama dalam meningkatkan imunitas dan mencegah penyakit seperti flu dan batuk. Dengan potensi besar yang dimiliki, Gladak Anyar diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan TOGA sehingga produk lokal ini dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan

Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan

Ibu Enny Nurhayati : PJ Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas Teja Kecamatan Pamekasan