Penggiat dan Peramu Toga Ibu Muawwanah
Muawwanah, Beliau adalah seorang ibu
rumah tangga sekaligus ketua pokja 3 di PKPM Keluraha Kangenan. Beliau suka
menanam dan senang membuat jamu dan minuman herbal dari tanaman toga yang
ditanam dipekarangan rumah. Hasil produk
minuman segar herbal seperti minuman sinom dan poka’ yang dijual disetiap ada
acara PKK serta menerima pesanan. Karena
masyarakat sudah lebih senang kembali ke alam untuk menjaga kesehatan
dan tidak selalu tergantung pada obat-obat kimia. kalau pakek rempah-rempah untuk menjadi obat.
Puskesmas Teja berperan aktif
dalam mendukung pemanfaatan tanaman TOGA di Kelurahan Kangenan melalui
penyuluhan, pembagian bibit tanaman, dan pelatihan pengolahan hasil tanaman
TOGA, termasuk pembuatan minuman herbal. Pemanfaatan TOGA tidak hanya untuk
kesehatan keluarga tetapi juga menjadi sumber tambahan pendapatan.
Produk-produk seperti kunyit asam, Poka’, dan jus kuwut sering dibuat dan
dijual oleh warga. Jus kuwut, yang berbahan mentimun, melon, dan lemon, populer
di kalangan anak muda karena rasanya yang enak dan manfaatnya, seperti menurunkan
tekanan darah tinggi.
Masyarakat senang untuk kembali ke alam dengan mengkonsumsi rempah-rempah untuk menjadi obat. Seperti batuk dan ada yang tanya
“Buk kalau Batuk selain dikasih obat kalau dikasih toga itu dikasih apa” terus saya bilang “ooooo buat ini aja kencur sama kunyit diparut nanti dikasih madu, kalau ga mau pahit dikasih madu”
ya alhamdulillah itu dicoba 2 haru dan dia
cocok terus sembuh. Jadi dia membuat sendiri dan seneng dari pada obat-obatan.
Memang dulu nenek moyang itu menjual jamu dan belajar sendiri dari internet
jadi tau sedikit-dikit dan dicoba dan sama pak nawir juga masih saudara jadi
tanya-tanya.
“ Coba bu meramu sendiri jangan minum obat-obat terus, tanaman yang ada disekitar kita ini dimanfaatkan dan ga ada efek samping-nya itu seperti daun asam, kunyit asam, belimbing wuluh", saya gitu. Seperti belimbing wuluh buah dan bunganya itu direbus dikasih gula batu bisa menjadi obat untuk batuk pilek. Sedangkan daun asam jadi obat panas dalam kalau buah asamnya itu bagus untuk pencernaan.
Pemerintah Kabupaten dan
Kecamatan juga mendukung dengan memberikan bibit tanaman TOGA, seperti jahe dan
serai, yang didistribusikan melalui PKK. Produk TOGA sering dipromosikan dalam
bazar, pengajian, atau lomba di tingkat Kecamatan. Selain itu, warga juga
memanfaatkan tanaman seperti daun pandan, bunga mawar, dan daun asam untuk obat
tradisional.
Kondisi musim kemarau menjadi
tantangan besar karena tanaman sulit tumbuh meskipun telah disiram. Namun, saat
musim hujan, tanaman seperti kunyit putih, kencur, ginseng, dan bawang dayak
mulai tumbuh subur. Warga memanfaatkan tanaman TOGA sebagai alternatif obat
alami yang aman dan tanpa efek samping, meskipun hasilnya memerlukan kesabaran
dan ketelatenan. Meski masyarakat menyukai manfaat jamu, masih ada tantangan
berupa rasa malas untuk mengolah sendiri ramuan herbal. Namun, beberapa warga
tetap semangat mengolah TOGA karena telah merasakan manfaatnya untuk kesehatan
dan tambahan pendapatan keluarga. Dukungan terus-menerus dari pemerintah dan
komunitas diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat dalam memanfaatkan
TOGA secara maksimal.



Komentar
Posting Komentar