Penggiat Taman Toga Ibu Desti
Ibu Desti merupakan Ketua Pokja 3 di Desa Jalmak, yang fokus pada pengembangan tanaman TOGA. Beliau adalah ibu rumah tangga yang aktif menanam TOGA untuk konsumsi keluarga. Desa Jalmak mendapatkan fasilitas lahan khusus di Kecamatan untuk menanam TOGA melalui inisiatif pemerintah desa dan PKK. Bantuan yang diterima biasanya berupa bibit tanaman, bukan dalam bentuk modal. Selain itu, pelatihan seperti akupresur juga diberikan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai manfaat TOGA.
Dalam pengelolaan TOGA, Pokja 3 mengkhususkan penanaman tanaman untuk penyakit tertentu, seperti diare dan kolesterol, dengan memanfaatkan tanaman seperti jahe dan temulawak. Proses ini dilakukan secara tim, dimulai dari riset bahan yang dibutuhkan hingga edukasi kepada anggota Pokja. Komunitas TOGA di Desa Jalmak masih dalam tahap perkembangan, namun sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah, baik melalui penyediaan bibit maupun tempat penanaman.
Meski manfaat TOGA telah disosialisasikan, masih ada warga yang lebih percaya pada pengobatan medis. Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan edukasi menjadi langkah utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat TOGA, seperti jahe yang baik untuk batuk atau kesehatan tenggorokan.
Saat pandemi COVID-19, kesadaran warga terhadap tanaman herbal meningkat, tetapi skala penanaman TOGA di Desa Jalmak masih kecil dan hanya untuk konsumsi sendiri. Beberapa warga, seperti Ibu Umik dan Ibu Wiji, harus membeli bahan mentah di pasar karena produksi lokal belum mencukupi. Meskipun demikian, hampir setiap rumah di Desa Jalmak memiliki tanaman TOGA seperti jahe, lengkuas, dan sayur kelor, yang digunakan untuk kebutuhan harian. Ibu Desti berharap program tanaman obat keluarga (TOGA) ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga sebagai potensi ekonomi bagi masyarakat Desa Jalmak.




Komentar
Posting Komentar