PENGGIAT TAMAN TOGA KELURAHAN KANGENAN IBU SUGITAWATI
Ibu Sugitawati, Beliau adalah seorang ibu rumah tangga sekaligus bu RT di Kangenan Gg 2 dan menjadi bagian dari ibu PKK. Beliau tinggal bersama suaminya dan memiliki 3 anak. Beliau dan suami adalah penggiat tanam toga dan hoby dalam menanam tanaman. Bermula dari taman yang ditanan tanaman bunga kamboja, setelah itu beliau menyewa lahan percaton yang dulu-nya dijadikan pembuangan sampah dan dirubah menjadi tempat taman toga dan bermain bagi masyarakat desa. Hasil dari menanam tanaman toga yang banyak memberikan manfaat bagi keluarga dan masayarakat setempat yang membutuhkan tanaman obat ini, tanaman hias serta tanaman hidroponik seperti pakchoy, sawi, dan sebagainya.
Bantuan dan dukungan untuk
kita lebih giat menanam tanaman toga bisa berupa lomba-lomba. Awalnya mungkin
kita terpaksa, tetapi setelah berlanjut, saya pribadi jadi suka, karena saya
memang senang merawat tanaman. Setiap hari saya selalu merawatnya. Ini pekerjaan
saya sebagai ibu rumah tangga. Sejak 2022, saya mulai mengembangkan tanaman
seperti cabai, sayuran, dan tanaman toga. Sekarang ini ada istilah KRPR
(Lingkungan Pangan Lestari), jadi saya menerapkannya dengan menanam sayur,
buah, dan toga secara seimbang. Alhamdulillah, banyak warga di RT saya yang
mulai menanam toga karena saya selalu mengimbau untuk mempertahankannya.
Meskipun mencari tanaman toga atau rimpang bisa sulit, saya selalu menyarankan
agar mereka tidak membeli pot atau polibek, cukup menggunakan bak bekas yang
sering didapat dari acara undangan. Setiap bulan saya mengadakan pertemuan PKK
dan alhamdulillah, banyak warga yang memiliki tanaman toga.
Ibu Sugitawati menanam hidroponik seperti sayuran, namun sulit memasarkan produk ini. Di Madura, banyak orang lebih suka ikan dibandingkan sayur. Anak-anak pun sulit diajari mengonsumsi sayuran. Meskipun saya sudah mencoba memasarkan secara online melalui menantu saya, hasilnya belum maksimal karena sayur hidroponik kadang pahit setelah beberapa hari. Saya biasanya membagikan hasil panen kepada warga sebelum rasanya berubah. Di rumah saya, saya menanam kangkung, tomat, cabe, dan berbagai jenis toga. Saya sering menjelaskan kepada warga saat pertemuan PKK bahwa tanaman toga mudah dikembangkan dan bisa hidup di air. Saya selalu memotong dan menaruh potongan tanaman di air, sehingga warga yang membutuhkan bisa datang dan mengambilnya setelah akar mulai tumbuh. Selain untuk obat-obatan seperti gula darah dan hipertensi, tanaman toga juga memiliki banyak manfaat lain. Secara pribadi beliau sudah banyak memahami manfaat tanaman toga, meskipun tidak sepenuhnya menguasai setiap jenis tanaman. Misalnya, tanaman seperti dandang genis sangat efektif untuk mengobati gula darah. Selain tanaman toga, saya juga memiliki bunga telang yang bisa dikeringkan dan diseduh seperti teh, serta tanaman wijaya kusuma yang manfaatnya untuk batuk. Saya senang sekali merawat tanaman dan merasa sayang jika tanaman tidak dirawat dengan baik. Saat ada yang meminta, saya senang memberikan mereka tanaman toga, tetapi saya selalu mengingatkan agar merawatnya dengan baik.
Tanaman toga memang memiliki banyak manfaat, dan saya senang bisa membantu warga mengenalnya. Banyak warga yang mulai memanfaatkan tanaman ini sebagai pengganti obat dokter, terutama untuk penyakit seperti diabetes. Saya juga memberikan tanaman seperti daun binahong, bunga mianna, dan daun pepaya Jepang yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Saya merasa bangga ketika tanaman yang saya tanam memberikan manfaat bagi orang lain. Sering kali, saya harus pergi ke kantor PKK untuk mengambil tanaman dan membagikannya ke warga yang membutuhkan. Saya berharap kedepannya, lebih banyak orang yang mengenal dan merawat tanaman toga, karena banyak sekali manfaatnya. pengembangan tanaman toga ini, dukungan dari pemerintah sangat penting. Jika tidak ada bantuan, pengembangan ini akan terhambat. Saya berharap ada bantuan bibit atau dukungan lainnya dari pemerintah agar usaha ini bisa berkembang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat."
Berawal dari membeli sedikit-sedikit di samping waktu dari bantuan FKA karena
memang bibitnya agak kecil-kecil kalau orang yang ga open ga bisa tapi
alhamdulillah karena saya disini tempat memang enak dan dirawat akhirnya enak
hidup. Akhirnya banyak yang mintak ke saya kalau mudah saya kembangkan saya
kasih biar mereka juga tau dan biar mereka juga seneng. Saya seneng kalau ada
orang mintak tapi setelah ada dirumahnya itu dirawat itu yang saya pesen
dirawat itu aja, jangan cuman bisa minta tapi tidak bisa dirawat kasian. Karena
saya kalau sudah liat bunga-bunga ini saya kalau pergi-pergi kemana yang saya
pikirkan cuman ini. apalagi kalau musim kemarau kayak gini satu hari dua hari
ga disiram tanaman sudah layu, saya sudah kasihan lihatnya. Kalau setiap pagi
saya selalu ucapkan assalamualaikum sama mereka biar mereka juga. Karena saya
kasihan kalau punya tanaman kalau ga dirawat. Mangkanya kalau ada yang minta
saya awat ya jangan sampai mati kasihan.
Manfaat tanaman obat keluarga yang dijadikan obat minuman herbal. Anak saya kalau lagi haid itu kadang-kadang kan ga tentu tanggal nya itu maju mundur kadang-kadang dia sakit biasalah saya bikinin Cuma seperti jahe, kunyit, jeruk nipis, serreh digodok sama gula merah kan sudah seperti minuman enak gitu tapi manfaatnya banyak gitu loh, itu alhamdulillah anak saya mengurangi rasa nyeri juga ke bau darah itu engga amis gitu loh, kan waktu dulu saya kalau lagi haid kan sakit kita bel tablet kan karena kita ga tau, kan dulu juga ada jamu itu untuk menghilangkan rasa nyeri tapi kalau sekarang kan sudah tidak ada jamu-jamu seperti itu dan sudah ganti tamblet sudah. Jadi dengan adanya tanaman obat keluarga banyak memberikan manfaat bagi diri sendiridan orang lain.
Ibu Sugitawati mempersilahkan tentangga dan orang orang lain apabila membutuhkan tanaman obat keluarga agar dapat menggambil dengan senang hati. Apabila stok nya tanaman anggaplah sudah sedikit saya ambilkan yang disana mereka memang minta mbak buk kapan sampean mau ke kantor PKK di sana saya butuh ini, saya tetep ambilkan itu saya semangat ambilkan kalau ada yang butuh memang disana memang sudah seperti hutan sudah ga ada yang ngerawat jadi sekalian saya memotong untuk kasih ke mereka. Seperti daun pepaya ini meskipun mereka bukan dikin obat sampean pengen tau mereka bikin apa Rap-orap daun pepaya jepang itu di pencek dengan cenggi (diulek dengan sambel) mereka mbak saya butuh sayuran ini bukan untuk obat tapi buat sayur okeh saya kesana memang dan ambilkan saya potongi semuanya karena intinya seperti yang sudah saya bilang tadi pohon kalau tidak di potong tidak diperuning tidak akan tumbuh tunas baru mangkanya saya seneng kalau ada yang minta mbak saya butuh jahe, sereh kan banyak rimbun memang saya ambil kesana, karena disana subur dan sudan anggaplah ditanam ke tanah langsung bukan di pot dan apapun yang ditanam ketanah langsung akan lebih subur dan lebih cepat pertumbuhannya.
Kalau penanaman yang kayak punya saya ini kalau
dilingkungan masing masing ini masih belum ada mbak. Karena disini ini kan
masih berawal dari kemauan saya pribadi a itu kelemahannya tidak mau mengembangkan potensi ini, yang dulunya
ini jalan dan ini mau dilanjutkan apa engak nah ini yang sulit kalau bukan atas
ide nya sendiri tidak linier. Tapi tetap saya rawat karena saya suka dengan
tanaman jadi seadainya saya tidak suka tidak bisa mbak ini saya merawat ini
2016 hingga sekarang mbak. Taman toga seandaiya mau dijadikan ekowisata ini kan
enak ada dua tempat ini ada saya tanam tanaman hidroponik ini juga udah lama
dengan taman 1200 bibit saya yang kesulitan ini saat pemasarannya karena orang
madura ini sangat susah makan sayur. Kalau orang madura ga suka sayur tapi
kalau orang jawa suka sayur.
Taman Toga di sini ada yang mengembangkan
itu seperti ada 2 tempat yang dibuat secara tradisional jadi bentuknya membuat
jamu toga itu ya yang dibawa kegiatan
PKK dan juga kegiatan-kegiatan lainnya. Jadi arah nya masih lokal diwilayah
kangenan jual tempatnya belum bisa menjual keluar. Karena itu ada beberapa
faktor pendukung seperti surat izin. Karena kalo berupa jamu harus perlu izin
BPOM kan jadi bentuknya minuman seperti minuman jahe itu saja yang menunjukkan
ini minuman obat apa dan perlu adanya izin ya, meskipun banyak di goggle-goggle
itu bahwa fungsi jahe ini untuk batuk untuk apa itu banyak. Tapi kalau kita
ingin menjual nya berupa produk harus ada berupa beberapa. Kadang-kadang disini
kan sering diadakan senam di WP kabupaten. Jadi temen-temen yang bergerak
dibidang toga itu terutama kan Pokja 3 itu menyiapkan segala itu seperti
minuman dari jahe dan macm-macem lah yang memang diperintah dari kabupaten
untuk menjual dikecamatan itu juga sering memakai tempat ini untuk kegiatan.
Seperti besok minggu ini akan diadakan ayaman jadi pengolahan sampah daur ulang
untuk dijadikan tempat tisu atau tempat lainnya. Jangan sama-kan harga
kerajinan untuk di toko 10 ribu sedangkan kerajinan bisa 50 ribu karena itu
membutuhkan kemauan dan kepedulian karena dampak positifnya kan banyak kan
seperti bisa mengurangi sampah dan memanfaatkan sampah yang dibuang.









Komentar
Posting Komentar