Eco Pesantren Pondok Nasyrul Ulum
Kiyai Hj. Muhammad Idris Hamid, beliau adalah Wakil Yayasan Pondok Pesantren Nasyrul Ulum. Pondok pesantren Nasyrul Ulum merupakan salah satu pondok yang ada di Jl. Masjid Bagandan Kelurahan Ju’Cang Cang Kota Pamekasan. Dengan cara mewajibkan dan menerapkan penanaman Tanaman Obat Keluarga di lahan halaman pondok pesantren, agar para santri memperoleh dampak yang baik untuk lingkungan pondok dan juga untuk pengetahuan pengobatan ringan untuk mereka. Tanaman Toga adalah obat alami tradisional yang dimanfaatkan secara turun-temurun dan dipercayai sebagai pengobatan alami bagi masyarakat sekitar dan diterapkan juga di Pondok Pesantren. Pondok ini memiliki program mulai dari Tahun 2004 sampai sekarang sudah direncanakan yaitu Go green Nasyrul Ulum. Go Green Nasyrul Ulum adalah sebuah kegiatan kebersihan, pola hidup sehat, terus pemilihan sampah kompos dan sampah organik dan non organik yang didaur ulang dan dijual lagi kemudian dijadikan barang-barang yang bermanfaat. Go green pesantren membuat kompos dan tanaman toga seperti penanaman toga apotik hidup dan kami bekerja sama memang dari awal dengan puskesmas teja sudah berdiri pos kesehatan pesantren.
Gambar 1 Dokumentasi wawancara bersama Ketua Yayasan Pondok Pesantren
Program eco pesantren ini sudah berjalan dari sekitar tahun 2004
hingga saat ini. Para santri putri dan putra memang dilatih untuk
melesatrikan tanaman herbal tardisional. Tradisi ini tetap diterapkan oleh
Pondok Pesantren yang hijau pesantren yang peduli lingkungan. Jadi
anak-anak santri memang dilatih untuk bercocok tanam seperti menanam tanaman
obat keluarga dan sayur sawi, kangkung, apotik hidup. Sehingga perobatan para
santriwan dan santriwati yang sakit ringan seperti batuk, panas, pusing dapat
diobati secara tradisional mengunakan rempah-rempah hasil tanaman toga yang
ditanaman di halaman pondok pesantren yang dapat diambil dan diracik oleh para
santri.
Tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai cara untuk mempertahankan kesehatan tidak hanya muncul secara alamiah, tetapi dipengaruh oleh interaksi sosial yang terjadi dipondok pesantren. Program ini mendapakan dukungan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tanaman TOGA di pondok pesantren Nasyrul Ulum mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, kemandirian, serta penghargaan terhadap alam dan kesehatan tradisional. Interaksi yang terjadi di pesantren memperkuat makna dan nilai tersebut, menjadikan penggunaan TOGA tidak hanya sebagai praktik kesehatan, tetapi juga sebagai simbol dari integrasi nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya yang dihidupi bersama.
Pondok Pesantren Nasyrul Ulum berperan aktif dalam mengedukasi dan memanfaatkan TOGA sebagai alternatif pengobatan tradisional yang mudah untuk diolah dan di konsumsi. Pondok Pesantren memanfaatkan lahan di sekitar pesantren untuk menanam tanaman obat keluarga yang bermanfaat bagi kesehatan santri dan mendukung pendidikan tentang manfaat tanaman herbal. Penggunaan tanaman obat tradisional ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia. Pihak pengurus pesantren berhasil mengelola tanaman obat keluarga tersebut menjadi minuman kesehatan seperti Poka’ dan Sinom, yang kini dijual di kantin pesantren. Produk ini tidak hanya mendukung kesehatan para santri, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ekonomi pesantren secara mandiri.





Komentar
Posting Komentar